Langsung ke konten utama

Tertarik Dengan Jasa Jakarta, Begini Sistemnya

Bagaimana Mencegah Barang Anda di Tahan Bea Cukai Jakarta Indonesia

 

Sebagai importir atau eksportir profesional di Indonesia, memiliki pengiriman yang ditahan di bea cukai Indonesia menyebabkan penundaan pengiriman yang mengerikan, yang dapat menghancurkan reputasi Anda serta membuat Anda kehilangan pemasukan yang signifikan. Apapun yang tersangkut di bea cukai Indonesia, baik barang masuk maupun keluar, akan membuat Anda terjaga semalaman memikirkan solusinya.

Tidak mengejutkan bagi pebisnis yang menjalankan bisnis di Indonesia jika regulasi impor di Indonesia dapat berubah terus-menerus dan mimpi buruk banyak pebisnis mendadak menjadi kenyataan saat barang mereka ditahan di bea cukai Indonesia.

Artikel ini menyajikan panduan agar Anda tidak perlu berhadapan dengan birokrasi di Indonesia dan cara mencegah barang Anda ditahan di bea cukai Indonesia.

Alasan Barang Tertahan di Bea Cukai Jakarta, Indonesia

Ada beberapa alasan barang Anda tertahan di bea cukai Indonesia. Alasannya dapat dibedakan tergantung tingkat keparahan, dari tinggi hingga rendah. Tinggi berarti barang Anda adalah barang yang dilarang untuk impor ke Indonesia, sementara rendah berarti barang Anda tidak memiliki dokumen yang diwajibkan.

Consignee Tak Berpengalaman

Consignee (penerima barang) yang Anda percayakan di Indonesia untuk menangani barang impor Anda mungkin tidak memiliki izin impor atau dokumen pendukung yang diperlukan. Barang tertentu membutuhkan lebih banyak dokumen dari sekadar izin impor.

Forwarder Tak Bertanggung Jawab

Forwarder barang impor Anda di Indonesia tak memberitahu Anda tentang dokumen wajib untuk ditunjukkan ke bea cukai. Inilah alasan barang Anda ditahan begitu tiba di teritori Indonesia.

Pemeriksaan Jalur Merah

Pemeriksaan Jalur Merah (PJM) adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan terhadap barang-barang impor terpilih selain verifikasi dokumen. Jadi, hal yang umum bagi penyedia layanan impor atau ekspor untuk menggunakan layanan pintu-ke-pintu sehingga tak perlu membayar pajak dan cukai kepada bea cukai Indonesia.

Namun, pada Juli 2017 pemerintah Indonesia menerapkan regulasi baru untuk memberhentikan jenis layanan tersebut di Indonesia. Pemberhentian ini menyebabkan banyak barang impor ditahan karena tidak membayar pajak dan tidak memiliki dokumen resmi.

Dokumen Wajib untuk Impor

Apapun alasan barang Anda ditahan, Anda perlu menyediakan dokumen berikut untuk memindahkan barang dan menghindari masalah dengan bea cukai Indonesia.

Izin impor

Pertama-tama, Anda perlu memperoleh Angka Pengenal Importir (API) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Lalu, Anda dapat mulai mengimpor barang dengan API.

Sebelum mengajukan aplikasi API, Anda perlu mengetahui apakah Anda akan menjadi importir umum atau akan mengimpor barang seperti bahan mentah atau mesin untuk produksi sendiri. API-U diwajibkan bagi importir umum dan API-P diperlukan untuk impor bagi produksi sendiri.

Invoice proforma atau invoice komersial

Invoice proforma atau invoice komersial diperlukan dengan informasi cukup bagi bea cukai untuk menentukan pajak impor, pajak lain dan eligibilitas pengiriman. Total nilai pengiriman diberikan dalam USD.

Dibandingkan dengan invoice komersial, invoice proforma adalah invoice sederhana dengan informasi cukup untuk menentukan pajak dan mengatur pemeriksaan consigmnent. Sebaliknya, invoice komersial memiliki lebih banyak informasi yang menyajikan nilai sesungguhnya dari barang impor.

Daftar Pengemasan untuk Pengiriman

Anda perlu mempersiapkan daftar pengepakan dengan informasi seperti detail produk, berat kotor, dimensi dan volume pengiriman. Daftar pengepakan diperlukan untuk memeriksa apakah barang telah dipak dengan tepat dan akurat. Tujuannya serupa dengan invoice proforma atau komersial.

Air Waybill/Bill of Lading

Air waybill (AWB) dan bill of lading (BL) adalah dokumen penting untuk mengetahui jenis transpor pengiriman. AWB diwajibkan untuk barang yang diimpor melalui udara; dan BL untuk barang yang diimpor melalui laut.

Prosedur di Bea Cukai Indonesia

Anda sangat direkomendasikan untuk memahami prosedur di bea cukai Indonesia untuk menangani masalah yang banyak dihadapi importir di Indonesia.

1. Persetujuan Impor Barang (PIB)

Wajib bagi Anda untuk mendeklarasikan semua barang impor ke bea cukai di Indonesia. PIB lalu akan diberikan saat proses pengiriman. Form ini berisi informasi seperti pajak impor (tarif berbeda berdasarkan kode HS), 10% pajak pertambahan nilai, dan 2.5% pajak penghasilan.

Dengan atau tanpa izin impor, PIB akan tetap dikeluarkan untuk deklarasi barang. PIB bukan berarti pengiriman Anda dilepas karena Anda masih membutuhkan semua izin impor yang diperlukan.

2. Pemberitahuan Jalur Merah (PJM)

Semua barang impor akan diproses melalui tiga jalan saat ketibaan:

Jalur hijau: untuk memverifikasi dokumen, barang akan dilepas

Jalur kuning: untuk meminta dokumen tambahan untuk melepas barang impor (Cekindo dapat membantu mempersiapkan dokumen yang diperlukan)

Jalur merah: untuk memeriksa barang fisik untuk setiap pengiriman, satu per satu

Seringkali, barang impor Anda ditahan di jalur merah karena perubahan regulasi, pajak, kode HS, dll.

Jika ini terjadi, bea cukai akan mengeluarkan Pemberitahuan Jalur Merah. Untuk memperoleh barang Anda, Anda perlu memberikan notifikasi PJM kepada Cekindo dan nomor kontak petugas bea cukai yang bertanggung jawab akan barang Anda. Cekindo akan membantu memperoleh barang Anda keluar dari bea cukai Indonesia.

Solusi Barang Tertahan di Bea Cukai

Ada tiga solusi umum agar barang Anda dilepas oleh bea cukai Indonesia:

Bayar biaya kepada PIB

Membayar biaya kepada PIB adalah solusi pertama. Biaya yang dimaksud termasuk pajak impor, pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan biaya consignee.  Total biaya untuk mengeluarkan barang dari bea cukai bisa menjadi cukup mahal.

Lelang barang Anda 

Opsi lain adalah melelang barang. Ini termasuk proses bidding dan barang Anda akan dijual kepada penawar tertinggi.

Ekspor ulang lalu impor ulang 

Bea cukai mungkin menawarkan Anda pilihan ketiga, yaitu Anda harus mengekspor ulang lalu kembali mengimpor barang Anda, selama bukan barang yang dilarang masuk.

Solusi Alternatif melalui Undername Import di Indonesia

Cara terbaik dan ternyaman bagi Anda untuk mengimpor barang tanpa perlu khawatir akan tertahan di bea cukai adalah melalui solusi sempurna ini: menggunakan layanan undername import di Indonesia.

Undername importer, yang juga dikenal sebagai importer of record, memudahkan Anda untuk mengimpor produk ke Indonesia segera tanpa Anda perlu memperoleh izin impor. Melalui layanan undername import Cekindo, Anda tak memiliki kewajiban membayar pajak, karena sudah kami tangani.

Hubungi kami sekarang untuk mempelajari lebih jauh tentang mengekspor barang ke Indonesia dan layanan undername import kami dengan mengisi form di bawah ini. Atau, kunjungi kantor kami di Jakarta, Bali dan Semarang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Proses Expor Impor | Jasa Import Borongan Terpercaya

Jasa Import Borongan Door To Door Terpercaya Proses Ekspor Impor (EXIM) tentunya bukan hal yang mudah dan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, banyak sekali tahapan yang memang harus dilalui oleh kedua pihak (importir dan eksportir). Tahapan yang dilakukan juga sangat penting jadi transaksi dan penerimaan barang tidak dapat berlangsung cepat. Untuk kalian yang sedang ingin tahu tentang proses ekspor dan impor alangkah baiknya membaca artikel yang akan kami bahas berikut ini. Sales Contract Tahapan pertama untuk proses ekspor impor yaitu Sales Contract. Sales contract merupakan surat persetujuan yang menghubungkan antara penjual dan pembeli (eksportir dan importir). Surat ini adalah bentuk follow up dari pemesanan produk oleh pihak pembeli (importir). Dalam surat sales contract ini terdapat beberapa persyaratan pembayaran antara lainnya seperti harga, jumlah, kualitas, cara pendistribusian dan lain sebagainya. Biasanya pihak eskportir mengirimkan dua macam surat Sales Contract yang

Jasa Import Borongan Door to Door Terpercaya Di Indonesia

APA YANG DIMAKSUD DENGAN JASA IMPORT BORONGAN? Jasa Import Borongan merupakan jasa yang menghandel keseluruhan proses import mulai dari proses pengiriman barang dari negara asal hingga sampai ke negara tujuan. Impor adalah satu proses pembelian barang atau jasa dari negara lain untuk masuk ke dalam negeri. Dan pada umumnya import dalam skala besar akan dikenakan bea cukai, baik bagi yang mengirim maupun yang menerima. Ada beberapa jenis barang yang bisa kalian beli dari negara lain, tetapi yang paling populer adalah mobil, kendaraan bermotor, kosmetik, elektronik, dan fashion. Dalam industri kargo, salah satu metode pengiriman Import yang paling umum adalah pengiriman dari pintu ke pintu atau disebut door to door, di mana pengiriman ditempatkan di titik asal dan kemudian ke titik tujuan. Layanan door-to-door juga dapat digambarkan sebagai layanan di mana kalian sebagai pelanggan, tidak perlu melakukan pengiriman atau harus mengangkut barang kalian ke tempat pengiriman. Dan kemudahan pe

Ketentuan Angka Pengenal Importir ( API )

  Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI No.31/M-DAG/PER/7/2007 tentang Angka Pengenal Importir (API) yang ditetapkan pada tanggal 20 Juli 2007, disebutkan bahwa perusahaan yang berlaku sebagai importir dan dalam transaksi perdagangannya akan membuka letter of credit (L/C) WAJIB memiliki Angka Pengenal Importir (API). Pengertian API sendiri adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan perdagangan impor dan berlaku untuk setiap kegiatan impor wilayah pabean di seluruh Indonesia. Sedangkan transaksi perdagangan impor hanya dapat dilaukan oleh perusahaan dagang, perusahaan industri, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) atau perusahaan penanaman modal yang telah memiliki API. Sedangkan macam-macam kategori API adalah sebagai berikut : API Umum (API-U) Berlaku untuk kantor pusat perusahaan dan seluruh kantor cabangnya. Wajib dimiliki oleh setiap PERUSAHAAN DAGANG yang melakukan impor. Berlaku selama 5 tahun terhitung sejak tanggal di